ada baiknyakah jk qt terus diam?
memang rasanya susah meski hanya untuk mengucapkan sapaan hangat hai, hello, atau ucapan penyesalan, maaf, dsb… bahkan ucapan terimakasih sekalipun…
tapi rasanya hanya pada orang tertentu saja kita susah mengucapkannya..
kenyataannya pada orang lain kita ringan2 saja untuk berujar seperti itu…
padahal, berawal dari sebuah kata yang ringan qt bisa berlanjut dengan keramahtamahan yang lebih panjang…
tanpa habis pikir, still wondering.. sebenernya apa sih yang membuat kita seperti itu?
hmm.. apa bener dg ttp diam smuanya bisa berlalu saja dan dengan mudah melupakan segala sesuatunya?
jika memang benar jawabnya "iya",
aku mungkin memilih untuk diam saja, tak berucap, juga tak berujar…
hmm… mungkin ada benarnya juga…
bukankah diam itu emas???
July 1st, 2005 at 9:51 am
Silence is golden when and only when you can’t think of a GOOD answer.
July 4th, 2005 at 5:06 am
yups…
km bener berto… thanks banget guys, aku dapat jawabnya =)
July 4th, 2005 at 5:49 am
diam itu mmg akn terasa bnr jika tepat pd wktnya..tp tak slmnya diam itu kan menyelesaikan mslh.
ada saatnya qta hrs mengalahkan sgl ego qta jk qta msh ingn dianggap&dihargai org lain…
Bknkah menyapa hati org lain tak hrs dg kata2 girl??
Org akn lbh mlht qta dr cr qta bskp ma dia..
So,Enough…:-)
July 11th, 2005 at 9:43 pm
hehe.. yas aku juga stuju ma pendapatmu…
March 12th, 2006 at 1:40 am
wah apik tenan tulisanmu ndri…ya emang diam tu aktivitas manusia yang menyimpan misteri…(wekekek gaya filsuf ni ndri)dia bisa brarti mengerti,tidak mengerti (kalo ini pas ditanya dosen),dia bisa berarti males,cuek,dkk.banyak arti yang tersembunyi dari diam.hehe,jadi indri tu diam2 suka diam ya (gak nyambung)